Sabtu, 13 Februari 2010

Catatan Tafsir Al Fushilat - 33

Alhamdulillahirobbil alamin, kajian rutin Jumat tanggal 12 Feb 2010 dimulai oleh Ust. Amiroh dengan membacakan QS. Al Fushilat ayat 33

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ  
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh dan berkata: Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?

Pesan utama ayat ini adalah tentang keutamaan berdakwah kepada Allah SWT. Tentu ini membuat kami yang mendengar bingung....dakwah kepada Allah ?

Untuk menghilangkan tanya itu, Ust. Amiroh menjelaskan arti dari kata DAKWAH yaitu berasal dari kata DA'A yang berarti menyeru, mengajak, mengundang.
Dari kata ini pula, asal kata Da'i (laki-laki) dan Da'iyah (perempuan) : orang yang mendakwah/menyeru.

Adapun pokok-pokok yang terkandung dalam ayat ini sebagai berikut :

  • Ayat ini berbentuk kalimat tanya, yang mewujudkan penguatan. Bahwa tiada perkataan yang lebih baik kecuali perkataan yang menyeru/mengajak kepada Allah SWT. 
  • Qoulan = perkataan, ucapan, tulisan termasuk juga sikap kita.
    Keutamaan dakwah kepada Allah adalah dapat menghindarkan azabNya.

    Dalam QS Al Anfal ayat 25 :
  •  وَاتَّقُواْ فِتْنَةً لاَّ تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
    “Dan takutlah kepada fitnah (bencana, penderitaan, ujian) yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Dan ketahuilah, Allah sangat keras siksanya.” (QS an-Anfal:25).

    Jadi azab Allah tidak hanya menimpa mereka yang bermaksiat tetapi juga dapat menimpa kita yang beriman.

    Dalam QS Al An'am ayat 20 :

    الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءهُمُ الَّذِينَ خَسِرُواْ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ
    لاَ يُؤْمِنُونَ
     
    Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka tidak beriman (kepada Allah).Ayat ini berkaitan dengan Kaum Yahudi yang sudah tahu segalanya tentang Islam, tetapi pengetahuan itu digunakan untuk menghancurkan Islam.

    Kalau musuh Islam saja bersungguh-sungguh mempelajari Islam, maka mengapa kita yang Islam tidak sungguh-sungguh mempelajari Islam ?
  • Sifat-sifat orang muslim seharusnya : memperkuat aqidah kita sendiri dan bentengi keluarga dan kerabat dari ancaman musuh Islam.
  • Manfaat mengajak orang kepada kebaikan : dapat menghindarkan kita dari azab, ikut andil mengajak umat pada kebaikan dan menjadi hujjah/pembela dihadapan Allah SWT karena kita telah melakukan yang diperintahkan.

Allah tidak akan mengazab suatu negeri selama masih ada orang yang berdakwah di negeri itu, mengajak pada Allah, mengajak berbuat kebaikan/kesholehan.
 

Dan Allah tidak akan menghancurkan suatu desa selama masih ada yang berdakwah kepada Allah SWT, sebagaimana tertulis dalam QS. Hud ayat 117 :

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.



Tahap awal untuk mulai, diri sendiri harus sholeh terlebih dahulu dengan memantapkan pengetahuan agama. Jangan cuek/diam saja bila melihat ada teman/saudara kita berbuat maksiat, karena bila kita tidak memberi tahunya maka kita tidak dapat hujjah/pembelaan di hadapan Allah nanti.
 
Sifat-sifat orang muslim seharusnya :
  • Memperkuat aqidah dan keimanan diri sendiri kepada Allah SWT
  • Membentengi keluarga kita ancaman musuh Islam
  • Mengajak dakwah : TAUHID itu terkait dengan Allah dan IBADAH  itu terkait dengan pelaksanaannya
  • Yakin dan Percaya diri mengaku dirinya adalah orang yang berserah diri (MUSLIM)
Wallahu a'lam bisshowwab..semoga bermanfaat..

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Saudaraku, silahkan saran dan komentarnya :

    Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran. - QS. Al-Jatsiyah: 23